Laman

Senin, 28 November 2016

side d


09.”Kertas dinihari di nodai

Disini hari menjelang pagi
Disertai hujan yang tak di nanti
   
Hati gundah terbawa birahi
Bukan niat hati tak mengabdi melainkan aku
Harus hati-hati
Jelas sungguh jelas iblis tersenyum
Melihat kemenengannya

Hujan di setiap plosok hingga kekapuk
Tak sengaja melihat anak bangsa
Terpojok
Dini hari tak luput dari intainya
Dan juga pengewasan yang super ketat

Aku di antara sampah yang meraka buang
Lalu di injak
Hujan deras tak terasa di puncak mimpi
Kertas polos kuternodai
Hujan-hujan mampuh menjadi senjata
Amapuh.

Rasakan sesal yang terbang kepulauhati
Selalu  dicaci
Dini hari hujan tiba-tiba berhenti

Namun hari engan berhenti
Sudah-sudahlah lupakan aku
Hai penghuni kekal
Jajahanmu ampuh karna kaumelihat
Aku seperti musuh

Tikaman mu sangat takterlihat
Mahluk berpedapat di
Peralat
Memang kaumusuh benar-benar
Sungguh-sungguh.

Aku di ujung ranting lapuk sekejap
Jatuh menjadi pupuk
Maaf! Bila aku tak bisa membuat
Mu terseyum
Tapi niat hati tuk menyulam

Kertas putih ternoda, suatu saat takbisa
Saat anak bangsa terlihat manis
Di tengah telaga, bahu membahu isi pulo
Merunduh
Tumpukan sampah menjadi nafkah
Rasa sesal terdampar di surga dunia

Mampuhkah aku renggut istana dunia
Bersamacinta “Mu”
Yang pasti kita yang nahkodai

Jkt. 27 04 2002.
"bila terperankap olehnya, rasanya jelas akan berimbas"


"lalu ia berlari diatara semaksemak hati yang rusak"

"disaat-saat waktu ini ia akan laluasa menggoda"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar