07.”Diam – diam bersama jiwa”
Sekian lama diam
Sekian itu pula kau tampar letihku
Kau benturkan tulang belulangku
Kau tikam otakku
Wahai jiwa yang beranjak dari singgahsana
Penentu hari yang indah atau punah
Sekian lama diam
Sekian itu pula raga
Lamabayan tangan bergerak
Memanggil sahabat yang tak
Lagi mendekat
Suara tak lagi menjadi
Merdu tuk di dengar
Wahai jiwa kusayang
Terbang diatas bayang-bayang
Terkenang
Mencoba menerobos gambaran mimipi
Yang
kadang hilang tak beraturan
Saat ini aku berada
Diam-diam yang pasti
Jkt 17/02/2016.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar